Muhammad
Sebagai Pemimpin Sosial Politik
Tampilkan postingan dengan label resume. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resume. Tampilkan semua postingan
Senin, 11 Juli 2016
Muhammad saw The Super Leader Super Manager
Letters To Karel
“PROLOG”
Kisah dalam buku ini merupakan kisah nyata yang dialami oleh penulis sendiri yang bernama mas Nazhrul Anwar. Singkat cerita mas Nazhrul baru saja menikah dengan mba Ratna pada akhir tahun 2012. Selama pernikahanpun mas Nazhrul sudah banyak menghasilkan karya-karya melalui tulisannya beberapanya sudah diposting di FB. Melalui pernikahannya dengan mba Ratna pada 17 Oktober sekitar 13 tahun semenjak pernikahannya Alhamdulillah akhirnya mereka berdua dikaruniai seorang anak laki-laki bernama “Karel”. Namun kelahiran Karel juga merupakan perjuangan akhir mb Ratna di dunia ini dan mengantarkan beliau sebagai seorang syuhada..Ya mb Ratna meninggal setelah proses melahirkan. Pada buku Letter to Karel penulis “mas Nazhrul” menceritakan bagaimana perjuangan menjadi seorang single parents di awal perannya sebagai seorang ayah.Minggu, 10 Juli 2016
Memasuki Wonderful Family
Nikmati Saja Kemelut Perjalanannya
Menghadapi
kehidupan berumah tangga seperti halnya kita sedang berkendaraan yang menempuh
jarak yang jauh. Kita harus bersiap diri dengan kemelut yang berulang,
kemacetan yang terjadi beberapa kali dan jangan dikira ketika keluar dari
kemelut tersebut artinya tidak ada kemelut berikutnya. Ya…jalan masih
panjang,,beberapa peristiwa kehidupan masih akan sangat mungkin dijumpai.
Dalam
kisah perjalanan tersebut, suami sebagai supir dan istri sebagai pendamping
sopir, harus saling berkoordinasi dengan baik. Jika pendamping terlalu cerewet
dan emosional justru akan berdampak negative pada sopir seperti kehilangan
konsentrasi dan ikut terbawa emosi sehingga membawa mobil kearah yang salah.
Sopir harus menjaga merawat dan mengemudikan dengan penuh perhatian dan
kelembutan agar semua penumpang merasa nyaman. Sopir dan pendamping juga
memerlukan persiapan yang matang sebelum perjalanan seperti SIM yang menjadi
bukti kelayakan dalam mengemdi. Kendati tidak ada Surat Izin Menikah namun
hakikatnya ilmu pengetahuan utnuk mengarungi kehidupan rumah tangga jelas
diperlukan oleh suami dan istri.
Sabtu, 09 Juli 2016
Think Wisely in Personal Finance
“Kesuksesan ditentukan rencana yang
cermat”. Bisa dipastikan bisnis yang dijalankan tanpa rencana keuangan yang
matang akan mudah bangkrut. Begitu pula pada bidang lainnya termasuk dalam
pengelolaan keuangan. Karena itu rencana keuangan yang baik menjadi bagian
penting untuk meraih kesuksesan dan kebebasan keuangan.
Rencana
keuangan merupakan strategi dalam mengelola keuangan untuk mencapai kesuksesan.
Selain berisi anggaran uang yang hendak anda keluarkan, rencana keuangan harus
menjelaskan jenis kebutuhan yang harus dipenuhi, skala prioritasnya, dan tujuan
dari pengeluaran tersebut. Rencana keuangan yang baik harus dapat diukur
ketepatannya, baik ketepatan waktu, alokasi sumber daya keuangan, evaluasi
pemasukan dan pengeluaran, maupun sikap anda bila pemasukan anda mengalami
hambatan. Target jumlah asset keuangan yang ingin anda raih dan waktu yang
diperlukan juga bisa dimasukkan dalam rencana keuangan.
Suatu Hari di Rumah Rasulullah
Buku yang ingin saya resume kali
ini adalah buku yang biasa dibagikan saat ibadah Haji, tepatnya saat jamaah
berada di Saudi Arabia. Buku yang akan membawa kita ke dimensi dimana
Rasulullah saw masih hidup. Kita akan kembali ke beberapa abad yang lalu dan
dibawa berjalan-jalan berkunjung ke
rumah Rasulullah saw dan nge “KEPO” in bagaimana sich aktivitas beliau dan
mendengar kata-kata beliau, kita akan hidup sehari saja di rumah Nabi untuk mengambil
pelajaran dan teladan melalui kata-kata dan perbuatan Rasulullah saw seperti
yang termaktub pada QS Al Ahzab :21 bahwa beliau adalah sauri tauladan yang
baik. Udah g sabar!? Check This Out :
START-UP NATION The Story of Israel’s Economic Miracle
INTRODUCTION
Nice
Speech, but what are you going to do?
-SHIMON PERES to SHAI
AGASSI
Dimulai
dari kisah dua orang yang duduk di ruangan mewah Hotel Sheraton Sheeof di
sekitar pegunungan Alpen. Mereka sedang membicarakan masalah serius dimana satu
orang berumur dua kali lebih tua daripada orang yang satunya. Satu diantaranya adalah
Shimon Peres, Perdana menteri Israel dua periode dan peraih nobel. Serta Shai
Agassi, seorang executive di perusahaan SAP (perusahaan software terbesar) di
dunia.
Agassi
bergabung di German tech Giant pada tahun 2000 dan mendirikan perusahan TopTier
software di usianya yang ke-24 tahun. Lima belas tahun kemudian dia mendirikan
cabang SAP dan menjadi anggota non-German termuda di SAP. Shai Agassi mempunyai
impian terkait auto industry masa depan walaupun dia sendiripun bertanya apakah
idenya terlalu muluk. Pada pertemuan young leader “Baby Davos” dia
mengungkapkan idenya yang sangat ambisius yaitu membuat suatu Negara yang tidak
bergantung pada minyak. Banyak yang berpikir dia sangat naïve. Namun Agassi
tetap berpikir bila ada satu Negara yang tidak tergantung pada minyak maka
Negara lain akan mengikuti. Suatu langkah untuk membuat kendaraan bermotor
(mobil) tanpa bahan bakar minyak.
Langganan:
Postingan (Atom)



