Tampilkan postingan dengan label banyumas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label banyumas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juli 2016

PEMBANGUNAN BASIS KETAHANAN PANGAN MELALUI KEBIJAKAN MINAPOLITAN PADA DAERAH NON-PESISIR

Sebagai negara agraris dan bahari, Indonesia menempatkan pembangunan di bidang pertanian, kelautan dan perikanan menjadi prioritas utama karena Indonesia merupakan salah satu negara yang memberikan komitmen tinggi terhadap pembangunan ketahanan pangan sebagai komponen strategis dalam pembangunan nasional. Undang-Undang No. 7 tahun 1996 menyatakan bahwa perwujudan ketahan pangan merupakan kewajiban pemerintah bersama masyarakat.
Indonesia yang memiliki sumberdaya alam melimpah serta wilayahnya yang luas berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi bagi penduduknya terkhusus dalam hal ketahanan pangan hingga pada pencapaian kedaulatan pangan. Disamping itu ditambah dengan jumlah penduduk yang besar dapat menjadi potensi dalam pengembangan sektor pertanian, kelautan dan perikanan di Indonesia. Sektor Pertanian sendiri arti luas mencakup pertanian rakyat sedangkan dalam arti sempit mencakup berbagai sub sector yaitu perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan. Sehingga perikanan dapat dikategorikan dalam sector pertanian atau dikenal sebagai bagian integral pertanian atau sebagai subsistem pertanian.

Kamis, 30 Juni 2016

Development Strategy of Gouramy Fish Cultivation in Banyumas District as Minapolitan Area

Abstract

                “Minapolitan” is the concept of development of marine and fishery in region based. Banyumas is one of Minapolitan area in Central java which start this program from 2009 untill now with gouramy fish as potential commodity. Banyumas has some area that used as Gouramy fish cultivation. Kalikidang Village is one of them and the biggest. Besides all of potential benefit, there are many problem such as lack of capital to develop area, less of infrastructure and increasing of price production.
The research aims to identify the variability, strategies alternative and strategies priority that can be applied to develop Banyumas as Minapolitan area, especially in food security case. The research was conducted in Kalikidang Village Sokaraja- Banyumas District. The method of data analysis that we used are matrix IFE, EFE matrix, SWOT matrix and matrix QSP and used 30 gouramy farmers respondents.
The result of this research showed (1) a major strength in the development of gouramy agribusiness ini Kalikidang Village is focused on enlargement and the major weakness is the small capital. While the main opportunities is there are many people who support the development of gouramy agribusiness and the main threat is rising prices of productions factors. (2) There are 8 alternative strategy produced, two S-O strategies, two W-O strategies, two S-T strategies, two W-T strategies. (3) The priority of strategy is to maintain market and further strengthen the relationship with the relevant  stakeholders in the development of agribusiness of gouramy investment.


Keyword : Minapolitan, Variability, Strategies, Gouramy, Agribusiness