Nikmati Saja Kemelut Perjalanannya
Menghadapi
kehidupan berumah tangga seperti halnya kita sedang berkendaraan yang menempuh
jarak yang jauh. Kita harus bersiap diri dengan kemelut yang berulang,
kemacetan yang terjadi beberapa kali dan jangan dikira ketika keluar dari
kemelut tersebut artinya tidak ada kemelut berikutnya. Ya…jalan masih
panjang,,beberapa peristiwa kehidupan masih akan sangat mungkin dijumpai.
Dalam
kisah perjalanan tersebut, suami sebagai supir dan istri sebagai pendamping
sopir, harus saling berkoordinasi dengan baik. Jika pendamping terlalu cerewet
dan emosional justru akan berdampak negative pada sopir seperti kehilangan
konsentrasi dan ikut terbawa emosi sehingga membawa mobil kearah yang salah.
Sopir harus menjaga merawat dan mengemudikan dengan penuh perhatian dan
kelembutan agar semua penumpang merasa nyaman. Sopir dan pendamping juga
memerlukan persiapan yang matang sebelum perjalanan seperti SIM yang menjadi
bukti kelayakan dalam mengemdi. Kendati tidak ada Surat Izin Menikah namun
hakikatnya ilmu pengetahuan utnuk mengarungi kehidupan rumah tangga jelas
diperlukan oleh suami dan istri.




